Pernah bertanya kenapa hasil pengujian dari sebuah laboratorium bisa dipercaya oleh perusahaan, regulator, atau pelanggan?

Misalnya sebuah laboratorium menguji kandungan suatu produk, melakukan analisis lingkungan, menguji material, atau melakukan kalibrasi alat ukur. Tentu hasilnya tidak boleh sekadar “menurut perhitungan laboratorium”.

Harus ada dasar yang menunjukkan bahwa laboratorium tersebut memang kompeten melakukan pengujian atau kalibrasi.

Nah, di sinilah ISO/IEC 17025 menjadi penting.

ISO/IEC 17025 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Standar ini digunakan untuk membantu memastikan laboratorium mampu menghasilkan hasil pengujian atau kalibrasi yang valid dan dapat dipercaya.

Jadi, kalau ISO 9001 berbicara mengenai sistem manajemen mutu organisasi secara umum, ISO 17025 lebih spesifik membahas kompetensi laboratorium.

Laboratorium tidak hanya dituntut mempunyai dokumen dan prosedur, tetapi juga harus mampu menunjukkan bahwa personelnya kompeten, metode pengujiannya sesuai, peralatannya terkendali, lingkungan pengujian mendukung, serta hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga :  Apa Itu ISO 17021?

ISO 17025 Digunakan untuk Laboratorium Apa?

ISO/IEC 17025 ditujukan terutama untuk laboratorium yang melakukan kegiatan pengujian dan/atau kalibrasi.

Jenisnya bisa sangat beragam.

Ada laboratorium yang menguji produk makanan, air, lingkungan, material, bahan kimia, produk industri, hingga berbagai parameter teknis lainnya.

Ada juga laboratorium kalibrasi yang melakukan kalibrasi terhadap peralatan ukur.

Jadi, ketika Anda menemukan laboratorium dengan akreditasi ISO/IEC 17025, jangan langsung menganggap laboratorium tersebut kompeten untuk semua jenis pengujian.

Ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu ruang lingkup akreditasi atau scope.

ISO 17025 Bukan Sekadar Sertifikat

Ini juga penting untuk dipahami.

ISO 17025 bukan sekadar tentang mendapatkan sertifikat lalu selesai.

Fokus utamanya adalah memastikan laboratorium benar-benar memiliki kompetensi untuk menjalankan kegiatan pengujian atau kalibrasi yang dilakukan.

Misalnya sebuah laboratorium menguji kadar logam dalam produk tertentu.

Laboratorium tersebut perlu mempunyai personel yang kompeten, metode pengujian yang sesuai, peralatan yang memadai, kondisi lingkungan yang terkendali, serta proses pengendalian mutu yang mendukung validitas hasil.

Dengan begitu, hasil pengujian bukan hanya terlihat profesional di atas kertas, tetapi memang mempunyai dasar teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.


Fungsi ISO 17025 bagi Laboratorium

Lalu, sebenarnya apa fungsi ISO 17025?

Secara sederhana, standar ini membantu laboratorium membangun sistem yang memastikan kegiatan pengujian dan kalibrasi dilakukan secara kompeten dan menghasilkan hasil yang valid.

ISO/IEC 17025 mencakup persyaratan yang berkaitan dengan kompetensi, ketidakberpihakan, dan operasi laboratorium.

Artinya, yang diperhatikan bukan hanya administrasi, tetapi juga aspek teknis yang secara langsung memengaruhi hasil pengujian dan kalibrasi.

Memastikan Kompetensi Personel Laboratorium

Hasil pengujian sangat bergantung pada orang yang menjalankan prosesnya.

Seorang analis atau teknisi laboratorium harus memahami metode yang digunakan, cara mengoperasikan peralatan, cara menangani sampel, hingga bagaimana mengevaluasi hasil.

Karena itu, ISO 17025 memberikan perhatian terhadap kompetensi personel.

Laboratorium perlu menentukan kompetensi yang dibutuhkan, memastikan personel memenuhi kompetensi tersebut, serta melakukan evaluasi dan pemantauan yang sesuai.

Jadi bukan sekadar “orangnya sudah berpengalaman”, tetapi kompetensinya perlu dikelola secara sistematis.

Mengendalikan Peralatan Pengujian dan Kalibrasi

Bayangkan sebuah laboratorium melakukan pengujian menggunakan alat yang hasil pengukurannya tidak akurat.

Tentu hasil akhirnya juga bisa bermasalah.

Karena itu, peralatan menjadi bagian penting dalam ISO 17025.

Laboratorium perlu memastikan peralatan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan, dipelihara, diperiksa, dikalibrasi atau diverifikasi sesuai kebutuhan, serta memiliki status yang jelas.

Dengan pengendalian tersebut, laboratorium dapat mengurangi risiko penggunaan peralatan yang menghasilkan data tidak valid.

Memastikan Metode Pengujian Sesuai

Metode pengujian juga tidak bisa dipilih sembarangan.

Laboratorium perlu menggunakan metode yang sesuai dengan jenis pengujian yang dilakukan dan memastikan metode tersebut dapat menghasilkan hasil yang valid.

Dalam kondisi tertentu, laboratorium juga perlu melakukan verifikasi atau validasi metode.

Contohnya ketika laboratorium menggunakan metode standar tertentu untuk menguji parameter pada suatu produk. Laboratorium harus memastikan metode tersebut sesuai untuk penggunaannya.

Menjaga Validitas Hasil Pengujian

Ini mungkin menjadi salah satu bagian paling penting.

Laboratorium harus mempunyai cara untuk memantau dan memastikan hasil pengujian tetap valid.

Pengendalian mutu dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas, seperti penggunaan bahan acuan, pengujian ulang, pemantauan kondisi pengujian, perbandingan hasil, atau bentuk pengendalian lainnya yang sesuai dengan kegiatan laboratorium.

Tujuannya satu:

hasil pengujian harus dapat dipercaya.


ISO 17025 dan Akreditasi KAN

Nah, sekarang masuk ke bagian yang sering membuat perusahaan bingung: apa hubungan ISO 17025 dengan KAN?

ISO/IEC 17025 adalah standar internasional yang digunakan untuk menetapkan persyaratan kompetensi laboratorium.

Sedangkan KAN atau Komite Akreditasi Nasional merupakan badan akreditasi nasional Indonesia.

Dalam konteks laboratorium, KAN dapat melakukan akreditasi terhadap laboratorium berdasarkan persyaratan ISO/IEC 17025 sesuai dengan ruang lingkup yang diajukan.

Jadi sederhananya:

Laboratorium → menerapkan ISO/IEC 17025 → mengajukan akreditasi → dilakukan asesmen → jika memenuhi persyaratan → memperoleh akreditasi sesuai scope.

Yang perlu digarisbawahi adalah akreditasi tidak otomatis berlaku untuk semua jenis pengujian atau kalibrasi.

Ruang lingkup sangat penting.

Apa Itu Scope Akreditasi ISO 17025?

Scope atau ruang lingkup akreditasi menunjukkan kegiatan pengujian atau kalibrasi apa saja yang diakui dalam akreditasi laboratorium.

Misalnya laboratorium mempunyai scope untuk pengujian air dengan parameter tertentu.

Itu tidak berarti laboratorium tersebut otomatis mempunyai akreditasi untuk semua pengujian pangan, material, atau produk lainnya.

Karena itu, ketika memilih laboratorium untuk kebutuhan pengujian, jangan hanya bertanya:

“Sudah ISO 17025?”

Tetapi tanyakan juga:

“Scope akreditasinya mencakup pengujian yang saya butuhkan atau tidak?”

Pertanyaan kedua justru sangat penting.

Apa Manfaat Akreditasi KAN bagi Laboratorium?

Akreditasi memberikan pengakuan formal terhadap kompetensi laboratorium untuk ruang lingkup tertentu.

Bagi pelanggan, hal ini dapat memberikan tambahan keyakinan bahwa laboratorium telah melalui proses asesmen berdasarkan persyaratan kompetensi yang berlaku.

Hasil laboratorium juga dapat menjadi lebih mudah diterima dalam konteks tertentu, misalnya kebutuhan industri, regulasi, kontrak, atau rantai pasok yang mensyaratkan penggunaan laboratorium terakreditasi.

Namun sekali lagi, akreditasi tetap harus dilihat berdasarkan scope, bukan hanya nama laboratoriumnya.

Apa Bedanya ISO 17025 dengan ISO 9001?

Ini pertanyaan yang sangat sering muncul.

ISO 9001 dan ISO 17025 sama-sama berkaitan dengan sistem manajemen, tetapi fokusnya berbeda.

ISO 9001 merupakan standar sistem manajemen mutu yang dapat diterapkan oleh berbagai jenis organisasi.

Sementara itu, ISO/IEC 17025 secara khusus membahas kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi.

Karena itu, laboratorium yang ingin menunjukkan kompetensi teknis pengujian atau kalibrasinya membutuhkan pendekatan yang lebih spesifik daripada sekadar menerapkan ISO 9001.

Apa Bedanya ISO 17025 dengan ISO 17020?

Keduanya sama-sama berada dalam dunia conformity assessment, tetapi kegiatannya berbeda.

ISO/IEC 17025 → laboratorium pengujian dan kalibrasi.

ISO/IEC 17020 → lembaga inspeksi.

Contohnya, laboratorium melakukan pengujian terhadap sampel untuk mengetahui karakteristik tertentu.

Sementara lembaga inspeksi melakukan pemeriksaan terhadap objek, produk, instalasi, fasilitas, proses, atau hal lain untuk menentukan kesesuaiannya dengan persyaratan tertentu.

Jadi jangan sampai tertukar.


Manfaat ISO 17025 untuk Laboratorium dan Pelanggan

Kalau diterapkan dengan benar, ISO 17025 tidak hanya memberikan manfaat bagi laboratorium.

Pelanggan yang menggunakan jasa laboratorium juga dapat memperoleh manfaat karena mempunyai dasar yang lebih kuat untuk menilai kompetensi laboratorium tersebut.

Meningkatkan Kepercayaan terhadap Hasil Pengujian

Bayangkan perusahaan sedang menguji bahan baku yang akan digunakan untuk produksi.

Kalau hasil pengujian tidak akurat, dampaknya bisa panjang.

Bisa memengaruhi kualitas produk, keputusan pembelian, proses produksi, bahkan kepatuhan terhadap regulasi.

Dengan sistem kompetensi yang baik, laboratorium dapat memberikan hasil yang lebih dapat diandalkan dalam ruang lingkup pengujiannya.

Mendukung Kebutuhan Industri dan Regulasi

Banyak industri membutuhkan data pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Misalnya untuk memastikan bahan baku memenuhi spesifikasi, produk memenuhi persyaratan tertentu, atau lingkungan memenuhi parameter yang ditetapkan.

Dalam kondisi tertentu, pelanggan atau regulator dapat mensyaratkan penggunaan laboratorium yang terakreditasi.

Karena itu, status akreditasi dan scope laboratorium perlu diperiksa sesuai kebutuhan.

Membantu Laboratorium Menjalankan Operasional Lebih Terstruktur

ISO 17025 juga membantu laboratorium membangun proses kerja yang lebih sistematis.

Mulai dari penerimaan sampel, penanganan sampel, pelaksanaan pengujian, penggunaan peralatan, pencatatan data, pengendalian mutu, sampai penerbitan laporan.

Dengan proses yang jelas, risiko kesalahan dapat lebih mudah dikendalikan dan dievaluasi.


FAQ Seputar ISO 17025

Apa itu ISO 17025?

ISO/IEC 17025 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Standar ini membantu memastikan laboratorium mampu menghasilkan hasil pengujian atau kalibrasi yang valid dan dapat dipercaya.

ISO 17025 digunakan untuk siapa?

ISO 17025 digunakan terutama oleh laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi. Penerapannya mencakup aspek manajemen sekaligus aspek teknis yang berkaitan dengan kompetensi laboratorium.

Apa hubungan ISO 17025 dengan KAN?

ISO/IEC 17025 merupakan standar yang digunakan dalam penilaian kompetensi laboratorium. Di Indonesia, KAN dapat memberikan akreditasi kepada laboratorium berdasarkan persyaratan yang berlaku dan ruang lingkup yang telah dinilai.

Apakah ISO 17025 sama dengan ISO 9001?

Tidak. ISO 9001 berfokus pada sistem manajemen mutu organisasi secara umum, sedangkan ISO 17025 secara khusus membahas kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi, termasuk aspek teknis yang memengaruhi validitas hasil.

Apakah semua laboratorium ISO 17025 terakreditasi KAN?

Tidak otomatis. Penerapan standar dan akreditasi merupakan dua hal yang berbeda. Jika laboratorium membutuhkan pengakuan akreditasi KAN, laboratorium perlu menjalani proses asesmen dan memenuhi persyaratan untuk scope yang diajukan.

Apa yang dimaksud scope ISO 17025?

Scope adalah ruang lingkup kegiatan pengujian atau kalibrasi yang diakui dalam akreditasi laboratorium. Scope menunjukkan jenis kegiatan, metode, parameter, atau objek yang termasuk dalam pengakuan kompetensi laboratorium.

Apakah ISO 17025 hanya untuk laboratorium pengujian?

Tidak. ISO/IEC 17025 mencakup laboratorium yang melakukan pengujian maupun kalibrasi.

Apakah konsultan bisa membantu penerapan ISO 17025?

Bisa. Konsultan dapat membantu melakukan gap analysis, menyusun atau memperbaiki dokumentasi, membantu penerapan sistem, memberikan pelatihan, serta mempersiapkan laboratorium menghadapi proses asesmen. Namun keputusan akreditasi tetap dilakukan oleh badan akreditasi sesuai proses yang berlaku.


Kesimpulan

Jadi, apa itu ISO 17025?

ISO/IEC 17025 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi.

Standar ini penting karena hasil laboratorium sering menjadi dasar pengambilan keputusan. Kalau hasil pengujiannya tidak valid, keputusan yang dibuat berdasarkan hasil tersebut juga bisa ikut bermasalah.

Karena itu, ISO 17025 tidak hanya membahas dokumen. Laboratorium perlu memperhatikan kompetensi personel, metode pengujian, peralatan, kondisi lingkungan, ketertelusuran pengukuran, pengendalian mutu, validitas hasil, serta pelaporan.

Bagi laboratorium di Indonesia yang ingin mendapatkan pengakuan kompetensi melalui akreditasi, KAN menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Namun jangan hanya melihat apakah sebuah laboratorium “terakreditasi ISO 17025” atau tidak.

Perhatikan juga scope akreditasinya.

Sebab laboratorium bisa saja terakreditasi, tetapi belum tentu scope tersebut mencakup jenis pengujian atau kalibrasi yang Anda butuhkan.

Pada akhirnya, tujuan ISO 17025 bukan sekadar mendapatkan pengakuan formal. Yang lebih penting adalah memastikan laboratorium benar-benar mampu menghasilkan data pengujian dan kalibrasi yang valid, konsisten, dan dapat dipercaya.


Ingin mengurus sertifikasi ISO resmi tanpa ribet dan penuh kepastian?
Konsultasikan kebutuhan ISO perusahaan Anda sekarang dan dapatkan pendampingan profesional hingga sertifikat resmi terbit!

—

KONSULTASIKAN KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN

 

Website : PT Taf Multi Global
Telp kantor : +6282112139439
Google Maps : ANNEX BUILDING (Bina Sentra, MENARA BIDAKARA 2, Lantai 4) Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870