Terakhir diperbaharui: 29 September 2026

Ketika sebuah perusahaan ingin mendapatkan sertifikat ISO, ada satu hal yang sering membuat bingung: apa hubungannya sertifikasi ISO dengan akreditasi KAN?

Banyak perusahaan mengira KAN adalah pihak yang menerbitkan sertifikat ISO. Padahal, perannya berbeda. ISO mengembangkan standar internasional, sedangkan KAN merupakan badan akreditasi nasional Indonesia yang melakukan penilaian terhadap kompetensi lembaga penilaian kesesuaian tertentu.

Lalu, siapa yang menerbitkan sertifikat ISO? Sertifikat sistem manajemen diterbitkan oleh lembaga sertifikasi setelah melakukan proses audit terhadap organisasi.

Karena itu, memahami hubungan antara ISO, KAN, lembaga sertifikasi, dan perusahaan penting sebelum memilih layanan sertifikasi.

Artikel ini membahas apa itu akreditasi KAN, fungsi KAN, hubungan KAN dengan sertifikasi ISO, prosesnya, hingga hal-hal yang perlu diperiksa sebelum memilih lembaga sertifikasi.

logo

Akreditasi KAN adalah pengakuan formal terhadap kompetensi lembaga penilaian kesesuaian yang memenuhi persyaratan akreditasi yang berlaku.

KAN merupakan singkatan dari Komite Akreditasi Nasional, yaitu badan akreditasi nasional di Indonesia. Dalam ekosistem penilaian kesesuaian, KAN berperan menilai kompetensi dan pemenuhan persyaratan lembaga yang mengajukan akreditasi pada ruang lingkup tertentu.

Sederhananya, akreditasi dapat membantu menjawab pertanyaan:

“Apakah lembaga yang melakukan kegiatan sertifikasi, pengujian, kalibrasi, atau inspeksi tersebut memenuhi persyaratan kompetensi yang ditetapkan?”

Apa Itu KAN?

KAN bukan lembaga yang memberikan sertifikat ISO kepada perusahaan.

Perannya berada pada tingkat yang berbeda dalam rantai penilaian kesesuaian. Untuk sertifikasi sistem manajemen, KAN dapat mengakreditasi lembaga sertifikasi berdasarkan persyaratan yang relevan.

Contohnya, lembaga sertifikasi sistem manajemen dapat dinilai berdasarkan persyaratan seperti ISO/IEC 17021-1 sesuai ruang lingkup akreditasinya.

Dengan demikian, perusahaan tidak mengajukan sertifikasi ISO langsung kepada KAN.

Apa yang Dimaksud Akreditasi KAN?

Akreditasi merupakan bentuk pengakuan formal dari badan akreditasi bahwa suatu lembaga telah memenuhi persyaratan kompetensi tertentu untuk melakukan kegiatan penilaian kesesuaian dalam ruang lingkup yang ditetapkan.

Ruang lingkupnya dapat berbeda-beda. Karena itu, ketika melihat klaim “terakreditasi KAN”, jangan hanya melihat ada atau tidaknya logo KAN.

Yang lebih penting adalah melihat:

  • nama lembaga yang diakreditasi;
  • nomor akreditasi;
  • jenis kegiatan yang diakreditasi;
  • standar yang menjadi dasar;
  • ruang lingkup akreditasi;
  • status akreditasinya.

2. Apa Hubungan KAN dengan Sertifikasi ISO?

Agar tidak salah memahami istilah, bayangkan prosesnya seperti sebuah rantai:

ISO → membuat standar

↓

KAN → mengakreditasi lembaga penilaian kesesuaian sesuai ruang lingkupnya

↓

Lembaga Sertifikasi → melakukan audit dan menerbitkan sertifikat

↓

Perusahaan → mendapatkan sertifikasi setelah memenuhi persyaratan

ISO sendiri tidak melakukan sertifikasi dan tidak menerbitkan sertifikat ISO. Sertifikasi dilakukan oleh lembaga sertifikasi independen. ISO secara resmi menjelaskan bahwa organisasi yang ingin memperoleh sertifikasi harus menghubungi certification body eksternal.

Peran ISO

ISO atau International Organization for Standardization merupakan organisasi internasional yang mengembangkan standar.

Contohnya:

  • ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu;
  • ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan;
  • ISO 45001 untuk sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja;
  • ISO 27001 untuk sistem manajemen keamanan informasi;
  • ISO 50001 untuk sistem manajemen energi.

Peran KAN

KAN berada pada sisi akreditasi. Dalam konteks sertifikasi sistem manajemen, KAN menilai apakah lembaga sertifikasi memenuhi persyaratan kompetensi dan persyaratan akreditasi yang relevan untuk ruang lingkup tertentu. Ini berbeda dengan sertifikasi perusahaan.

Peran Lembaga Sertifikasi

Lembaga sertifikasi melakukan audit terhadap sistem manajemen perusahaan.

Misalnya perusahaan ingin mendapatkan ISO 9001:2015. Lembaga sertifikasi akan menilai apakah sistem manajemen mutu perusahaan memenuhi persyaratan standar tersebut.

Jika proses sertifikasi memenuhi persyaratan, lembaga sertifikasi menerbitkan sertifikat sesuai skema dan ruang lingkup yang berlaku.

Peran Perusahaan

Perusahaan merupakan pihak yang menerapkan standar dan menjadi objek audit sertifikasi.

Contohnya:

PT ABC

→ menerapkan sistem manajemen mutu

→ mengajukan sertifikasi ISO 9001

→ diaudit oleh lembaga sertifikasi

→ memenuhi persyaratan

→ memperoleh sertifikat ISO 9001.

Jadi, perusahaan bukan mendapatkan sertifikat ISO dari KAN, melainkan dari lembaga sertifikasi.

3. Mengapa Akreditasi KAN Penting untuk Sertifikasi ISO?

Akreditasi bukan sekadar logo tambahan pada sertifikat. Akreditasi memberikan konfirmasi independen mengenai kompetensi lembaga penilaian kesesuaian dalam ruang lingkup tertentu.

ISO juga menjelaskan bahwa akreditasi memberikan konfirmasi independen terhadap kompetensi certification body, meskipun akreditasi tidak secara universal diwajibkan untuk setiap sertifikasi.

Menunjukkan Kompetensi Lembaga Sertifikasi

Ketika lembaga sertifikasi memperoleh akreditasi untuk ruang lingkup tertentu, berarti kompetensinya telah dinilai berdasarkan persyaratan akreditasi yang relevan.

Namun ada satu hal yang sering dilupakan:

Akreditasi tidak berarti seluruh layanan lembaga tersebut otomatis berada dalam satu ruang lingkup akreditasi.

Karena itu, perusahaan perlu melihat scope akreditasi, bukan hanya nama atau logo lembaga.

Meningkatkan Kepercayaan terhadap Hasil Sertifikasi

Sertifikasi pihak ketiga memberikan penilaian independen terhadap sistem manajemen perusahaan.

Jika sertifikasi tersebut berasal dari lembaga yang terakreditasi pada ruang lingkup yang relevan, perusahaan memiliki dasar tambahan untuk menunjukkan bahwa proses sertifikasi dilakukan oleh lembaga yang kompetensinya telah dinilai oleh badan akreditasi.

ISO sendiri menjelaskan bahwa akreditasi dapat memberikan konfirmasi independen atas kompetensi certification body.

Mendukung Kebutuhan Tender dan Bisnis

Dalam praktik bisnis, sertifikasi ISO dapat diminta dalam proses pengadaan, supplier approval, kerja sama bisnis, atau persyaratan kontraktual tertentu.

ISO mencatat bahwa sertifikasi dapat menjadi persyaratan hukum atau kontraktual pada industri atau situasi tertentu, termasuk konteks procurement.

Karena itu, perusahaan yang mengikuti tender sebaiknya tidak hanya bertanya:

“Apakah mendapatkan sertifikat ISO?”

Tetapi juga:

“Sertifikat tersebut diterbitkan oleh lembaga apa dan apakah akreditasinya sesuai dengan kebutuhan tender?”

4. Perbedaan ISO, KAN, dan Lembaga Sertifikasi

AspekISOKANLembaga Sertifikasi
PeranMengembangkan standar internasionalMelakukan akreditasi sesuai ruang lingkupnyaMelakukan audit dan sertifikasi
ContohISO 9001, ISO 14001, ISO 45001Akreditasi certification bodySertifikasi ISO perusahaan
SasaranPengguna standarLembaga penilaian kesesuaianOrganisasi yang ingin disertifikasi
OutputStandar internasionalAkreditasiSertifikat kesesuaian
Melakukan audit sertifikasi perusahaan?TidakTidakYa
Menerbitkan sertifikat ISO perusahaan?TidakTidakYa

Perbedaan ini penting karena istilah “sertifikat ISO terakreditasi KAN” sering digunakan secara tidak tepat.

Yang perlu dipahami adalah:

KAN mengakreditasi lembaga sertifikasi; lembaga sertifikasi melakukan sertifikasi terhadap perusahaan.

Kesimpulan

Akreditasi KAN adalah bagian penting dari ekosistem penilaian kesesuaian di Indonesia, tetapi KAN bukan pihak yang menerbitkan sertifikat ISO kepada perusahaan.

Hubungannya dapat dipahami dengan sederhana:

ISO membuat standar → KAN mengakreditasi lembaga penilaian kesesuaian → lembaga sertifikasi melakukan audit → perusahaan mendapatkan sertifikasi jika memenuhi persyaratan.

ISO sendiri menegaskan bahwa organisasi tidak mendapatkan sertifikasi langsung dari ISO karena kegiatan sertifikasi dilakukan oleh certification body eksternal.

Bagi perusahaan yang sedang mencari sertifikasi ISO, hal terpenting bukan hanya mendapatkan sertifikat, tetapi memastikan lembaga sertifikasi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan, kompeten, dan memiliki ruang lingkup akreditasi yang relevan apabila akreditasi dipersyaratkan.

Dengan memahami perbedaan ISO, KAN, dan lembaga sertifikasi, perusahaan dapat menghindari kesalahan saat memilih layanan sertifikasi dan memastikan sertifikat yang diperoleh sesuai dengan tujuan penggunaannya.

KONSULTASIKAN KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN

Website : PT Taf Multi Global
Telp kantor : +6282112139439
Google Maps : ANNEX BUILDING (Bina Sentra, MENARA BIDAKARA 2, Lantai 4) Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870

Dapatkan Sertifikasi ISO
Free Training ISO
+
Free Dokumen ISO
icon
logo
image

Kindly like and share

Facebook
X (Twitter)
LinkedIn
Instagram
Tiktok