
ISO 27001 adalah standar internasional terkait Sistem Manajemen Keamanan Informasi (Information Security Management System / ISMS) yang digunakan untuk melindungi kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi.
Untuk menerapkan standar ini secara efektif, perusahaan membutuhkan dokumen ISO 27001 yang lengkap dan tertata.
Dokumentasi ISO 27001 tidak hanya menjadi syarat sertifikasi, tetapi juga membantu organisasi memastikan seluruh tindakan keamanan berjalan sesuai prosedur, terukur, dan dapat diaudit kapan pun.
Baca juga : Dokumen ISO 45001 – Jenis, Fungsi, dan Cara Penyusunan yang Benar
Apa Itu Dokumen ISO 27001?
Dokumen ISO 27001 adalah semua bentuk informasi tertulis yang menjelaskan bagaimana organisasi mengelola keamanan informasi melalui kebijakan, prosedur, SOP, dan bukti pelaksanaan kontrol keamanan.
Pengertian Dokumentasi dalam ISO 27001
ISO 27001 mengharuskan dua jenis informasi terdokumentasi:
-
Dokumen yang dipelihara (maintained information)
Berisi kebijakan, prosedur, SOP, pedoman, dan kontrol yang diimplementasikan. -
Dokumen yang disimpan (retained information)
Berisi bukti atau rekaman pelaksanaan, seperti hasil audit, log keamanan, dan catatan insiden.
Kedua jenis dokumen ini wajib tersedia untuk memenuhi persyaratan ISMS.
Tujuan Dokumentasi ISO 27001
Dokumen ISO 27001 berfungsi untuk:
-
Menjelaskan bagaimana risiko keamanan dikelola
-
Mendukung pencapaian tujuan keamanan informasi
-
Menjamin konsistensi implementasi kontrol
-
Menjadi bukti objektif saat audit sertifikasi
-
Mengurangi insiden keamanan akibat human error
Semakin terstruktur dokumentasi, semakin kuat benteng keamanan informasi dalam organisasi.
Dokumen yang Wajib Dimiliki dalam ISO 27001
Beberapa dokumen wajib ISO 27001:2022 antara lain:
-
Kebijakan Keamanan Informasi
-
Statement of Applicability (SoA)
-
Risk Assessment & Risk Treatment Plan
-
Struktur organisasi keamanan informasi
-
Prosedur manajemen insiden
-
Prosedur akses informasi
-
Rekaman audit internal
-
Rekaman keandalan sistem
Jenis-Jenis Dokumen ISO 27001
Untuk mempermudah penyusunan, dokumen ISO 27001 dapat dibagi menjadi tiga tingkatan utama.
1. Dokumen Level 1: Kebijakan & Kerangka ISMS
Dokumen level strategis ini disusun oleh top manajemen dan bersifat arahan besar.
Contohnya:
-
Kebijakan Keamanan Informasi
Menetapkan prinsip perlindungan data, komitmen kepatuhan, dan tujuan keamanan. -
Kebijakan Pengelolaan Risiko
Menjelaskan mekanisme penilaian risiko informasi. -
Kebijakan Akses Sistem
Mengatur bagaimana akses diberikan dan dicabut.
Dokumen level ini menjadi dasar semua kegiatan keamanan informasi.
2. Dokumen Level 2: Prosedur & SOP Keamanan Informasi
Dokumen operasional yang mengatur aktivitas sehari-hari.
Contohnya:
-
Prosedur Penilaian Risiko
-
SOP Pengelolaan Password
-
SOP Backup & Restore Data
-
Prosedur Manajemen Aset Informasi
-
Prosedur Pengendalian Perubahan (Change Control)
-
SOP Penanganan Insiden Keamanan
Dokumen ini menjembatani kebijakan dan implementasi teknis di lapangan.
3. Dokumen Level 3: Formulir, Log, dan Rekaman
Dokumen teknis yang menjadi bukti pelaksanaan ISMS.
Contohnya:
-
Log aktivitas pengguna
-
Catatan patching sistem
-
Laporan insiden
-
Daftar aset informasi
-
Rekaman training keamanan
-
Bukti vulnerability scanning
Dokumen level 3 adalah favorit auditor karena menunjukkan implementasi nyata.
Cara Menyusun Dokumen ISO 27001 yang Efektif
Penyusunan dokumen ISMS harus memahami prinsip K.I.A (Kerahasiaan, Integritas, Ketersediaan).
1. Gunakan Format Dokumen yang Konsisten
Struktur dokumen ISO 27001 umumnya meliputi:
-
Judul Dokumen
-
Kode Dokumen
-
Tanggal Terbit & Revisi
-
Tujuan
-
Ruang Lingkup
-
Definisi Istilah
-
Tanggung Jawab
-
Prosedur / Kontrol
-
Diagram Alur (jika dibutuhkan)
-
Catatan Terkait
Format yang konsisten membantu mempermudah pengendalian dokumen.
2. Libatkan Tim IT, HR, dan Manajemen Risiko
ISO 27001 bukan hanya teknologi, tetapi kombinasi proses, manusia, dan teknologi. Pastikan perwakilan dari berbagai unit ikut menyusun dokumen agar sesuai kondisi nyata.
3. Pastikan Dokumen Relevan dan Mudah Dipahami
Beberapa tips:
-
Hindari paragraf terlalu panjang
-
Gunakan kalimat aktif
-
Jelaskan langkah-langkah dengan jelas
-
Gunakan bagan atau tabel bila perlu
-
Hindari istilah teknis tanpa definisi
Dokumen keamanan yang sulit dipahami berisiko tidak diimplementasikan.
Contoh Tabel Dokumentasi ISO 27001
| Level Dokumen | Contoh Dokumen | Fungsi |
|---|---|---|
| Level 1 | Kebijakan Keamanan Informasi, Kebijakan Risiko | Menetapkan arah dan komitmen keamanan |
| Level 2 | SOP Insiden, SOP Akses, SOP Backup | Mengatur prosedur operasional ISMS |
| Level 3 | Log Keamanan, Rekaman Audit, Daftar Aset | Bukti pelaksanaan kontrol keamanan |
Tabel ini dapat digunakan sebagai dasar penyusunan struktur dokumentasi ISMS di perusahaan.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)
1. Apakah Statement of Applicability (SoA) wajib dibuat?
Ya, SoA adalah dokumen inti ISO 27001 yang menunjukkan kontrol mana saja yang dipilih dan alasannya.
2. Berapa banyak dokumen yang harus disiapkan untuk ISO 27001?
Tidak ada jumlah pasti. Disesuaikan dengan ukuran organisasi, tingkat risiko, dan kompleksitas sistem.
3. Apakah ISO 27001 hanya untuk departemen IT?
Tidak. ISO 27001 mencakup seluruh departemen karena keamanan informasi meliputi proses, manusia, dan teknologi.
4. Apakah dokumen harus berbentuk digital?
Tidak wajib, tetapi lebih efisien dan aman jika dikemas dalam bentuk digital.
5. Berapa kali dokumen harus direvisi?
Revisi dilakukan ketika ada perubahan signifikan pada proses atau minimal setahun sekali.
6. Apakah semua kontrol Annex A wajib diterapkan?
Tidak. Organisasi memilih kontrol berdasarkan hasil penilaian risiko dan dicantumkan dalam SoA.
7. Apakah dokumentasi ISO 27001 sulit dibuat?
Tidak sulit jika mengikuti struktur standar dan memahami kebutuhan organisasi.
Kesimpulan
Dokumen ISO 27001 adalah fondasi penting dalam membangun Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang kuat, terstruktur, dan dapat diaudit. Dengan dokumentasi yang baik, perusahaan dapat mengelola risiko keamanan informasi dengan lebih efektif sekaligus memenuhi persyaratan ISO 27001.
Dari kebijakan, prosedur, hingga rekaman teknis semuanya harus disusun dengan sistematis dan relevan sesuai kebutuhan organisasi. Dokumentasi yang rapi bukan hanya mempermudah sertifikasi, tetapi juga memperkuat perlindungan data perusahaan dari ancaman siber.
Panduan di atas dapat digunakan sebagai dasar menyusun atau menyempurnakan dokumen ISO 27001 agar lebih siap menghadapi audit dan meningkatkan keamanan informasi secara menyeluruh.
—
KONSULTASIKAN KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
Website : PT Taf Multi Global
Telp kantor : +628131905750
Google Maps : ANNEX BUILDING (Bina Sentra, MENARA BIDAKARA 2, Lantai 4) Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870
