
Saat perusahaan ingin mendapatkan sertifikat ISO, sering muncul pertanyaan penting: apakah lembaga sertifikasinya sudah terakreditasi KAN?
Banyak yang sudah punya sertifikat ISO, tapi ternyata lembaga penerbitnya tidak terakreditasi resmi. Akibatnya? Sertifikat tidak diakui untuk tender tertentu atau kerja sama skala besar.
Nah, di artikel ini kita akan bahas secara lengkap tentang ISO akreditasi KAN, mulai dari pengertian, fungsi, cara mengecek, hingga tips memilih lembaga sertifikasi yang benar. Santai tapi tetap mendalam.
Baca juga : Tahapan Sertifikasi ISO: Panduan Lengkap dari Nol Sampai Lolos Audit
Apa Itu ISO dan Apa Itu Akreditasi KAN?
Sebelum membahas lebih jauh, kita luruskan dulu dua istilah yang sering tertukar: ISO dan KAN.
1. Pengertian ISO
ISO (International Organization for Standardization) adalah standar internasional untuk sistem manajemen, seperti:
-
ISO 9001 (Mutu)
-
ISO 14001 (Lingkungan)
-
ISO 45001 (K3)
-
ISO 27001 (Keamanan Informasi)
Perusahaan bisa mendapatkan sertifikat ISO setelah melalui proses audit oleh lembaga sertifikasi.
2. Pengertian KAN (Komite Akreditasi Nasional)
KAN adalah lembaga resmi di Indonesia yang bertugas memberikan akreditasi kepada lembaga sertifikasi.
Artinya:
-
ISO → Standar sistem manajemen
-
Lembaga Sertifikasi → Yang mengaudit dan menerbitkan sertifikat
-
KAN → Yang mengakreditasi lembaga sertifikasi
Jadi, KAN tidak menerbitkan sertifikat ISO untuk perusahaan, tetapi memastikan lembaga sertifikasi bekerja sesuai standar internasional.
3. Mengapa Akreditasi KAN Itu Penting?
Tanpa akreditasi KAN, kredibilitas sertifikat bisa dipertanyakan.
Beberapa instansi pemerintah dan BUMN biasanya mensyaratkan:
-
Sertifikat ISO dari lembaga yang terakreditasi KAN
-
Bukti akreditasi masih aktif
Jadi ini bukan sekadar formalitas.
Peran dan Fungsi KAN dalam Sertifikasi ISO
Agar lebih jelas, berikut peran utama KAN dalam sistem sertifikasi di Indonesia.
1. Menjamin Kompetensi Lembaga Sertifikasi
KAN memastikan bahwa lembaga sertifikasi:
-
Memiliki auditor kompeten
-
Mengikuti prosedur audit yang benar
-
Independen dan tidak memihak
Ini menjaga integritas sistem sertifikasi.
2. Menjaga Pengakuan Internasional
KAN merupakan bagian dari jaringan akreditasi internasional.
Artinya, sertifikat dari lembaga yang terakreditasi KAN bisa lebih mudah diterima di luar negeri.
Ini penting untuk perusahaan yang:
-
Ekspor produk
-
Kerja sama internasional
-
Mengikuti tender global
3. Melindungi Dunia Usaha dari Sertifikat “Abal-Abal”
Tidak semua lembaga sertifikasi resmi.
Tanpa akreditasi:
-
Proses audit bisa tidak sesuai standar
-
Sertifikat bisa tidak diakui
-
Reputasi perusahaan bisa terdampak
KAN berfungsi sebagai filter kualitas.
Perbedaan ISO dan Akreditasi KAN
Agar tidak bingung, lihat tabel berikut:
| Aspek | ISO | KAN |
|---|---|---|
| Fungsi | Standar sistem manajemen | Badan akreditasi |
| Diberikan kepada | Perusahaan | Lembaga sertifikasi |
| Tujuan | Meningkatkan kualitas sistem | Menjamin kredibilitas sertifikasi |
| Ruang lingkup | Internasional | Nasional (Indonesia) |
| Terlibat dalam audit perusahaan? | Ya (melalui lembaga sertifikasi) | Tidak langsung |
Dari tabel ini jelas bahwa ISO dan KAN memiliki fungsi berbeda tapi saling berkaitan.
Cara Mengecek Lembaga Sertifikasi Terakreditasi KAN
Jangan sampai salah pilih. Berikut langkah aman yang bisa kamu lakukan:
1. Cek Sertifikat Akreditasi Lembaga
Mintalah bukti akreditasi resmi dari lembaga sertifikasi.
Pastikan:
-
Nomor akreditasi valid
-
Standar ISO yang diakreditasi sesuai kebutuhan
-
Masa berlaku masih aktif
2. Verifikasi Melalui Website Resmi
Kamu bisa mengecek daftar lembaga terakreditasi melalui situs resmi KAN.
Biasanya tersedia:
-
Daftar lembaga aktif
-
Ruang lingkup akreditasi
-
Status akreditasi
3. Periksa Ruang Lingkup Akreditasi
Tidak semua lembaga terakreditasi untuk semua standar.
Contoh:
-
Ada yang hanya ISO 9001
-
Ada yang khusus ISO 27001
-
Ada yang mencakup beberapa standar
Pastikan sesuai dengan jenis ISO yang kamu butuhkan.
Manfaat Menggunakan Lembaga Sertifikasi Terakreditasi KAN
Berikut beberapa manfaat nyata:
-
Sertifikat diakui untuk tender pemerintah
-
Lebih dipercaya oleh klien besar
-
Mengurangi risiko sertifikat tidak valid
-
Mendukung ekspansi internasional
-
Meningkatkan reputasi perusahaan
Dalam jangka panjang, ini bukan biaya, tapi investasi.
FAQ Seputar ISO Akreditasi KAN
Apakah semua sertifikat ISO harus dari lembaga terakreditasi KAN?
Tidak wajib secara hukum, tetapi sangat disarankan, terutama untuk tender dan kerja sama besar.
Apakah KAN mengaudit perusahaan langsung?
Tidak. KAN mengaudit lembaga sertifikasi, bukan perusahaan.
Apakah sertifikat tanpa KAN tidak berlaku?
Tetap bisa digunakan, tetapi mungkin tidak diakui oleh instansi tertentu.
Apakah KAN hanya berlaku di Indonesia?
Ya, KAN adalah badan akreditasi nasional Indonesia.
Bagaimana jika lembaga sertifikasi kehilangan akreditasi?
Perusahaan perlu memastikan status sertifikatnya dan kemungkinan melakukan audit ulang dengan lembaga terakreditasi.
Kesimpulan
ISO dan KAN adalah dua hal berbeda tetapi saling berkaitan.
ISO adalah standar sistem manajemen yang diterapkan perusahaan.
KAN adalah badan yang memastikan lembaga sertifikasi bekerja sesuai standar internasional.
Jika ingin sertifikat ISO yang kredibel dan diakui luas, pastikan lembaga sertifikasi yang kamu pilih sudah terakreditasi KAN dan akreditasinya masih aktif.
Langkah sederhana ini bisa menghindarkan perusahaan dari risiko sertifikat tidak valid dan menjaga reputasi bisnis dalam jangka panjang.
Jadi sebelum memilih lembaga sertifikasi, cek dulu akreditasinya. Jangan sampai salah langkah.
Ingin mengurus sertifikasi ISO resmi tanpa ribet dan penuh kepastian?
Konsultasikan kebutuhan ISO perusahaan Anda sekarang dan dapatkan pendampingan profesional hingga sertifikat resmi terbit!
—
KONSULTASIKAN KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
Website : PT Taf Multi Global
Telp kantor : +628131905750
Google Maps : ANNEX BUILDING (Bina Sentra, MENARA BIDAKARA 2, Lantai 4) Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870
