
Buat kamu yang punya bisnis makanan, minuman, kosmetik, obat, atau produk konsumsi lainnya, pasti sudah sering dengar tentang logo halal.
Di Indonesia, logo halal bukan cuma sekedar stempel kecil di kemasan, tapi sudah jadi bagian penting dari branding dan bukti bahwa produk kamu aman bagi konsumen muslim yang jumlahnya, by the way, sangat besar.
Tapi, banyak pemilik bisnis yang masih bingung:
Apa sih sebenarnya fungsi logo halal? Wajib nggak sih? Bagaimana cara mengurusnya? Apa manfaatnya buat perusahaan?
Tenang, dalam artikel ini kita bakal bahas semua tentang logo halal dengan gaya santai tapi tetap informatif. Yuk mulai!
Baca juga : Manajemen Teknologi ISO 27001 dan 20000: Panduan Santai untuk Bisnis Modern
Apa Sih Logo Halal Itu?
Logo halal adalah tanda resmi bahwa produk atau jasa sebuah perusahaan telah dipastikan memenuhi standar kehalalan, mulai dari bahan baku, proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi. Logo ini biasanya dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang (di Indonesia: Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal / BPJPH).
Fungsinya? Simple: untuk memberi tahu konsumen bahwa produk kamu aman, halal, dan bisa dikonsumsi tanpa keraguan.
Kenapa Logo Halal Penting untuk Perusahaan?
Walaupun terlihat kecil di kemasan, dampaknya besar banget. Berikut beberapa alasan kenapa perusahaan kamu butuh logo halal:
1. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen
Konsumen khususnya yang muslim cenderung memilih produk yang sudah berlogo halal. Mereka ingin kenyamanan dan kepastian, bukan sekadar suka rasa atau kemasannya.
2. Meningkatkan Nilai Jual Produk
Percaya atau nggak, produk berlogo halal sering dipandang lebih berkualitas. Karena untuk mendapatkannya, perusahaan harus melewati proses audit yang ketat.
3. Memperluas Pasar
Dengan logo halal, produk kamu bukan hanya laku di pasar lokal tetapi juga berpeluang besar masuk pasar internasional, terutama negara-negara mayoritas muslim.
4. Mematuhi Regulasi
Di Indonesia, produk tertentu wajib mengantongi sertifikasi halal. Dengan logo halal, perusahaan otomatis lebih patuh hukum dan menghindari masalah legal.
5. Meningkatkan Reputasi Perusahaan
Sertifikasi halal menunjukkan bahwa perusahaanmu serius dalam menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan.
Produk Apa Saja yang Wajib Menggunakan Logo Halal?
Tidak semua produk wajib, tapi umumnya mencakup sektor yang berkaitan dengan bahan konsumsi dan penggunaan tubuh, seperti:
-
Makanan dan minuman
-
Kosmetik dan skincare
-
Obat dan suplemen
-
Produk hewani
-
Flavoring, essence, dan bahan tambahan pangan
-
Produk rumah tangga tertentu
Jika produkmu termasuk kategori ini, sebaiknya mulai mempertimbangkan sertifikasi halal dari sekarang.
Syarat Umum Mendapatkan Logo Halal
Sebenarnya prosesnya tidak serumit yang dibayangkan. Berikut syarat dasar yang biasanya diperlukan:
-
Data perusahaan dan legalitas usaha
-
Daftar bahan baku dan pemasok
-
Dokumen proses produksi
-
Hasil uji laboratorium (jika diperlukan)
-
Penerapan sistem jaminan halal (SJH)
Tenang, semua syarat ini biasanya akan dibimbing oleh pendamping atau lembaga halal yang kamu pilih.
Bagaimana Cara Mengurus Sertifikasi Halal?
Yuk kita bahas prosesnya satu-satu, tapi pakai bahasa santai biar nggak pusing.
1. Daftar di Sistem Resmi
Perusahaan mendaftarkan produk melalui sistem BPJPH atau layanan pendamping yang sudah ditunjuk.
2. Unggah Semua Dokumen
Mulai dari daftar bahan, pemasok, proses produksi, hingga sistem kebersihan dan peralatan.
3. Audit oleh LPH (Lembaga Pemeriksa Halal)
Tim auditor akan datang ke lokasi produksi untuk memastikan semuanya sesuai standar halal.
4. Penetapan Halal
Hasil audit akan dibawa ke MUI atau pihak berwenang untuk ditetapkan kehalalannya.
5. Terbit Sertifikat & Logo Halal
Jika semuanya lolos, perusahaan akan mendapatkan sertifikat halal dan boleh menggunakan logo halal pada kemasan produk.
Mudah kan? Yang penting persiapan rapi dan data lengkap.
Berapa Biaya Pengurusan Logo Halal?
Biaya tergantung beberapa faktor, misalnya:
-
Skala usaha (UMKM biasanya lebih murah)
-
Jumlah produk yang diajukan
-
Kompleksitas proses produksi
-
Kebutuhan uji laboratorium
Beberapa program pemerintah bahkan menyediakan sertifikasi halal gratis (SEHATI) untuk UMKM tertentu. Jadi jangan khawatir soal biaya!
Logo Halal sebagai Elemen Branding
Nah, ini bagian yang sering dilupakan. Logo halal bukan cuma tanda legalitas, tapi juga bagian dari strategi branding perusahaan.
Bagaimana memanfaatkan logo halal untuk branding?
-
Tampilkan logo halal jelas di kemasan
-
Promosikan di sosial media
-
Masukkan ke materi marketing dan website
-
Ceritakan proses halal produk kamu (konsumen suka transparansi!)
Produk yang punya logo halal + storytelling yang bagus = nilai jual makin tinggi.
Dampak Logo Halal pada Keputusan Pembelian
Beberapa survei menunjukkan bahwa konsumen Indonesia cenderung membeli produk yang “aman dan halal”. Bahkan, banyak yang rela membayar lebih mahal untuk produk berlogo halal dibandingkan yang tidak.
Ini artinya logo halal bukan sekadar legalitas, tapi juga salah satu pemicu psikologis konsumen dalam membuat keputusan pembelian.
Kesimpulan: Perlukah Logo Halal untuk Bisnis Kamu?
Jawabannya: YES, kalau produkmu dikonsumsi, dipakai tubuh, atau menyentuh proses yang berkaitan dengan bahan mentah.
Logo halal bukan cuma simbol, tapi:
-
alat membangun kepercayaan,
-
bukti kualitas produk,
-
pelindung legal,
-
bahkan kunci untuk membuka pasar yang lebih luas.
Buat kamu yang baru memulai bisnis, sertifikasi halal bisa jadi langkah penting untuk menaikkan level profesionalitas perusahaan.
—
KONSULTASIKAN KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
Website : PT Taf Multi Global
Telp kantor : +628131905750
Google Maps : ANNEX BUILDING (Bina Sentra, MENARA BIDAKARA 2, Lantai 4) Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870
