
Kalau Anda sedang mempersiapkan sertifikasi ISO, entah itu ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, atau standar ISO lainnya, pasti sering mendengar istilah audit Stage 1 dan Stage 2.
Masalahnya, tidak sedikit perusahaan yang gagal lolos sertifikasi ISO bukan karena sistemnya buruk, tapi karena tidak paham perbedaan dan tujuan masing-masing tahapan audit ini.
Artikel ini akan membahas perbedaan audit Stage 1 dan Stage 2 ISO secara lengkap, santai, dan praktis, plus tips agar proses sertifikasi Anda lebih cepat, minim temuan, dan peluang lulusnya tinggi. Cocok dibaca oleh owner, HR, QHSE, sampai manajemen puncak.
Baca juga : Cara Mendapatkan Sertifikat ISO untuk Perusahaan (Panduan Lengkap & Praktis)
Apa Itu Audit Stage 1 dalam Sertifikasi ISO?
Audit Stage 1 sering disebut sebagai audit kesiapan. Fokus utamanya bukan mencari kesalahan besar, tapi menilai apakah organisasi Anda sudah siap masuk ke audit utama (Stage 2).
Tujuan Utama Audit Stage 1
Audit Stage 1 dilakukan untuk:
-
Mengevaluasi kelengkapan dokumen sistem manajemen
-
Menilai pemahaman organisasi terhadap standar ISO
-
Mengidentifikasi kesenjangan awal (gap analysis)
-
Memastikan lokasi, ruang lingkup, dan proses sudah jelas
Auditor biasanya belum “galak” di tahap ini . Mereka lebih banyak diskusi, klarifikasi, dan memberi catatan perbaikan awal.
Dokumen yang Dicek Saat Audit Stage 1
Beberapa dokumen yang umumnya diperiksa:
-
Manual sistem manajemen (jika ada)
-
Kebijakan dan sasaran mutu/K3/lingkungan
-
Prosedur inti dan SOP
-
Struktur organisasi dan job description
-
Bukti perencanaan internal audit & management review
Kalau di tahap ini masih ada kekurangan, belum langsung dinyatakan gagal, tapi akan menjadi catatan untuk diperbaiki sebelum Stage 2.
Tips penting:
Perusahaan yang didampingi jasa sertifikasi ISO profesional biasanya jauh lebih siap saat Stage 1, karena dokumen sudah disesuaikan dengan praktik auditor.
Apa Itu Audit Stage 2 dan Kenapa Lebih Menentukan?
Berbeda dengan Stage 1, audit Stage 2 adalah audit utama sekaligus penentu kelulusan sertifikasi ISO. Di sinilah auditor benar-benar “turun ke lapangan”.
Fokus Audit Stage 2
Pada audit Stage 2, auditor akan:
-
Memverifikasi implementasi nyata di lapangan
-
Mewawancarai karyawan di berbagai level
-
Mengecek bukti penerapan SOP
-
Menilai efektivitas sistem manajemen
-
Menguji konsistensi antara dokumen dan praktik
Kalau Stage 1 itu “cek niat dan persiapan”, Stage 2 adalah pembuktian.
Jenis Temuan dalam Audit Stage 2
Temuan audit biasanya dibagi menjadi:
-
Minor Non-Conformity → masih bisa diperbaiki
-
Major Non-Conformity → bisa menghambat kelulusan
-
Observation / Opportunity for Improvement
Di sinilah banyak perusahaan gugur, terutama yang:
-
Hanya fokus dokumen tapi tidak diterapkan
-
Karyawan tidak paham SOP
-
Tidak ada bukti rekaman (record)
Dengan pendampingan jasa sertifikasi ISO berpengalaman, potensi temuan major bisa ditekan sejak awal, bahkan sebelum auditor datang.
Tabel Perbedaan Audit Stage 1 dan Stage 2 ISO
Berikut tabel perbandingan agar makin mudah dipahami:
| Aspek | Audit Stage 1 | Audit Stage 2 |
|---|---|---|
| Tujuan | Menilai kesiapan organisasi | Menilai implementasi dan efektivitas |
| Fokus | Dokumen dan perencanaan | Praktik lapangan dan bukti nyata |
| Lokasi | Bisa on-site atau remote | Wajib on-site |
| Risiko Tidak Lulus | Rendah | Tinggi jika tidak siap |
| Hasil | Catatan perbaikan | Lulus / perbaikan / gagal |
| Sifat Audit | Review & diskusi | Evaluasi mendalam |
| Dampak ke Sertifikat | Tidak langsung | Sangat menentukan |
Dari tabel di atas jelas bahwa Stage 1 dan Stage 2 saling berkaitan, bukan sekadar formalitas.
Strategi Agar Lolos Audit Stage 1 dan Stage 2 Sekaligus
Nah, ini bagian yang paling ditunggu.
Bagaimana caranya supaya dua tahap audit ini bisa dilalui dengan mulus?
Persiapan Internal yang Wajib Dilakukan
Beberapa langkah krusial:
-
Sosialisasi ISO ke seluruh karyawan
-
Pastikan SOP dipahami, bukan cuma disimpan
-
Lakukan internal audit sebelum audit eksternal
-
Simulasikan sesi wawancara dengan auditor
-
Lengkapi seluruh rekaman (record)
Perusahaan yang sukses biasanya tidak mengerjakan ISO sendirian, tapi menggandeng konsultan atau jasa sertifikasi ISO terpercaya.
Peran Jasa Sertifikasi ISO dalam Kelulusan Audit
Menggunakan jasa profesional membantu Anda:
-
Menyusun dokumen sesuai standar & praktik auditor
-
Mempersiapkan mental tim saat audit
-
Mengurangi trial-error yang memakan waktu
-
Mempercepat proses terbit sertifikat
Jika Anda ingin lolos sertifikasi ISO lebih cepat, minim revisi, dan tanpa stres, menggunakan jasa sertifikasi ISO yang berpengalaman adalah investasi paling masuk akal.
FAQ Seputar Audit Stage 1 dan Stage 2 ISO
Apakah audit Stage 1 wajib dilakukan?
Ya. Audit Stage 1 adalah tahapan wajib sebelum masuk ke Stage 2.
Berapa lama jarak Stage 1 ke Stage 2?
Umumnya 1–3 bulan, tergantung kesiapan dan perbaikan temuan Stage 1.
Apakah bisa langsung Stage 2 tanpa Stage 1?
Tidak bisa. Standar ISO mensyaratkan dua tahap audit.
Kalau gagal di Stage 2, apakah harus ulang dari awal?
Tidak selalu. Biasanya diberi waktu untuk perbaikan (corrective action).
Apakah semua ISO punya Stage 1 dan Stage 2?
Ya, hampir semua standar ISO sistem manajemen menerapkan dua tahap audit.
Kesimpulan
Perbedaan audit Stage 1 dan Stage 2 ISO bukan hanya soal urutan, tapi fungsi dan dampaknya sangat berbeda.
Stage 1 menilai kesiapan, sedangkan Stage 2 menentukan kelulusan sertifikasi.
Perusahaan yang:
-
Paham alur audit
-
Menyiapkan dokumen dan implementasi dengan benar
-
Didampingi jasa sertifikasi ISO profesional
akan memiliki peluang lulus jauh lebih besar, lebih cepat, dan minim stres.
Kalau tujuan Anda bukan sekadar “punya sertifikat”, tapi sistem manajemen yang rapi dan diakui, maka persiapan dari sekarang adalah kunci.
—
KONSULTASIKAN KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
Website : PT Taf Multi Global
Telp kantor : +628131905750
Google Maps : ANNEX BUILDING (Bina Sentra, MENARA BIDAKARA 2, Lantai 4) Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870
