Pernah melihat dua perusahaan sama-sama punya sertifikat ISO, tetapi salah satunya lebih dipertimbangkan ketika masuk proses tender atau bekerja sama dengan perusahaan besar?

Nah, di sinilah pembahasan tentang sertifikat ISO berakreditasi KAN mulai menarik.

Banyak perusahaan mengenal ISO 9001, ISO 14001, atau ISO 45001. Tetapi belum semua memahami bahwa selain memilih standar ISO, perusahaan juga perlu memperhatikan siapa yang menerbitkan sertifikat dan apakah lembaga sertifikasinya terakreditasi untuk lingkup yang relevan.

Sederhananya begini. Sertifikasi menunjukkan bahwa sistem manajemen perusahaan telah dinilai terhadap persyaratan standar tertentu. Sementara akreditasi memberikan lapisan keyakinan tambahan terhadap kompetensi lembaga yang melakukan sertifikasi tersebut. ISO sendiri menjelaskan bahwa akreditasi merupakan pengakuan formal oleh badan akreditasi terhadap kompetensi lembaga sertifikasi.

Jadi, kalau perusahaan sedang mengejar pelanggan besar, mengikuti tender, masuk supply chain perusahaan lain, atau ingin memperkuat kredibilitas bisnis, pembahasan mengenai akreditasi bukan sekadar urusan logo di sertifikat.

Ada konteks bisnis di baliknya.

Baca juga : Mau Ikut Tender? Jangan Sampai Belum Punya Sertifikasi ISO

Kenapa Akreditasi KAN Menjadi Pertimbangan Perusahaan?

Sebelum membahas manfaatnya, kita luruskan dulu satu hal.

KAN bukan lembaga yang menerbitkan sertifikat ISO untuk perusahaan. Dalam skema sertifikasi, perusahaan diaudit dan disertifikasi oleh lembaga sertifikasi. Sementara akreditasi merupakan pengakuan terhadap kompetensi lembaga penilaian kesesuaian tersebut.

Apa sebenarnya hubungan ISO dengan KAN?

Misalnya perusahaan ingin mendapatkan ISO 9001.

Perusahaan tidak menghubungi ISO untuk meminta sertifikat. ISO mengembangkan standar seperti ISO 9001, sedangkan proses audit sertifikasi dilakukan oleh certification body independen.

Nah, lembaga sertifikasi tersebut bisa memiliki akreditasi dari badan akreditasi yang relevan untuk lingkup sertifikasinya.

Jadi alurnya kurang lebih seperti ini:

Perusahaan → Audit oleh Lembaga Sertifikasi → Sertifikat ISO

Sedangkan:

Badan Akreditasi → Menilai kompetensi Lembaga Sertifikasi

Gampangnya, akreditasi itu seperti “pengecekan terhadap pihak yang melakukan pengecekan”.

ISO juga menggambarkan konsep akreditasi sebagai lapisan keyakinan tambahan karena kompetensi lembaga sertifikasi dinilai secara independen.

Kenapa perusahaan besar sering memperhatikan hal ini?

Coba bayangkan perusahaan sedang memilih supplier.

Ada supplier A yang mengatakan sudah memiliki ISO. Supplier B juga memiliki ISO, tetapi pelanggan meminta sertifikat dari lembaga sertifikasi yang status akreditasinya dapat diverifikasi dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam situasi seperti ini, sertifikasi yang dapat diverifikasi dengan jelas bisa memberikan tingkat kepercayaan yang lebih baik.

Apalagi kalau perusahaan bergerak dalam rantai pasok yang memiliki persyaratan vendor cukup ketat.

Apakah semua sertifikat ISO harus berakreditasi KAN?

Tidak selalu.

ISO sendiri menjelaskan bahwa akreditasi bukan satu-satunya cara untuk menunjukkan kesesuaian terhadap standar ISO dan bahwa sertifikasi non-akreditasi tidak otomatis berarti lembaga tersebut tidak bereputasi. Namun, akreditasi memberikan konfirmasi independen mengenai kompetensi lembaga sertifikasi.

Jadi, jangan menggunakan pola pikir “ada KAN berarti pasti bagus, tidak ada KAN berarti pasti jelek.”

Yang lebih tepat adalah melihat kebutuhan bisnis, persyaratan pelanggan atau tender, serta lingkup akreditasi lembaga sertifikasi.


Keuntungan Sertifikat ISO Berakreditasi KAN bagi Perusahaan

Kalau ditanya, “Terus manfaatnya buat perusahaan apa?”

Jawabannya bukan sekadar terlihat lebih profesional.

Ada beberapa manfaat yang jauh lebih relevan untuk kegiatan bisnis sehari-hari.

Meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mitra

Ketika calon pelanggan melihat perusahaan memiliki sertifikasi dari lembaga sertifikasi yang terakreditasi sesuai lingkupnya, mereka mendapatkan tambahan keyakinan bahwa proses sertifikasi dilakukan oleh pihak yang kompetensinya telah dinilai.

ISO menyebut sertifikasi sebagai salah satu cara organisasi menunjukkan kepada stakeholder dan pelanggan bahwa mereka berkomitmen serta mampu memenuhi persyaratan secara konsisten. Sertifikat dari conformity assessment body yang terakreditasi dapat memberikan lapisan kepercayaan tambahan.

Ini menjadi semakin relevan dalam hubungan B2B.

Pasalnya, pelanggan perusahaan biasanya tidak hanya bertanya, “Produknya bagus atau tidak?”

Mereka juga ingin tahu apakah supplier mampu menjaga konsistensi proses.

Membantu memenuhi persyaratan tender atau vendor

Nah, bagian ini biasanya paling menarik bagi perusahaan yang sedang mengejar proyek.

Dalam beberapa proses pengadaan atau kualifikasi vendor, sertifikasi tertentu dapat menjadi persyaratan atau salah satu dokumen pendukung. ISO dan IAF menjelaskan bahwa sertifikasi sistem manajemen memang sering digunakan untuk meningkatkan kepercayaan dalam hubungan bisnis, pemilihan supplier, supply chain, hingga tender pengadaan.

Namun perlu digarisbawahi: sertifikat ISO tidak otomatis membuat perusahaan memenangkan tender.

Tetap ada persyaratan harga, pengalaman, kemampuan teknis, legalitas, kapasitas, dan kriteria lain.

ISO lebih tepat dipandang sebagai salah satu bagian dari kesiapan perusahaan.

Memperkuat kredibilitas ketika masuk pasar baru

Perusahaan yang ingin naik kelas biasanya menghadapi masalah yang berbeda.

Dulu pelanggan datang karena rekomendasi. Sekarang perusahaan ingin masuk ke perusahaan besar yang belum mengenal mereka.

Di sinilah kredibilitas menjadi penting.

Sertifikasi yang dapat diverifikasi membantu perusahaan menunjukkan bahwa sistem manajemennya telah dinilai oleh pihak independen.

Untuk perusahaan yang memiliki target ekspansi, hal seperti ini bisa menjadi bagian dari strategi membangun kepercayaan pasar.


Jangan Hanya Melihat Logo KAN di Sertifikat

Ini bagian yang sering dilewatkan.

Ketika perusahaan mencari sertifikasi ISO, jangan hanya bertanya, “Ada logo KAN nggak?”

Ada beberapa hal lain yang perlu diperiksa supaya keputusan tidak keliru.

Periksa lembaga sertifikasinya

Pertama, lihat siapa certification body yang akan menerbitkan sertifikat.

Cari tahu apakah lembaga tersebut memiliki akreditasi yang relevan dan apakah ruang lingkup akreditasinya mencakup standar serta sektor yang dibutuhkan perusahaan.

Kenapa?

Karena akreditasi berkaitan dengan kompetensi untuk melakukan kegiatan penilaian kesesuaian tertentu. ISO/IEC 17011 menjelaskan bahwa akreditasi berkaitan dengan pengakuan formal atas kompetensi badan penilaian kesesuaian dalam melakukan tugas tertentu.

Jadi, scope itu penting.

Pastikan standar yang dipilih memang sesuai

Jangan sampai perusahaan memilih ISO hanya karena kompetitor memilikinya.

Misalnya perusahaan ingin memperkuat manajemen mutu, ISO 9001 mungkin relevan.

Kalau fokusnya lingkungan, ISO 14001 dapat menjadi pilihan. Sedangkan perusahaan yang ingin memperkuat sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dapat mempertimbangkan ISO 45001.

Standar harus mengikuti kebutuhan bisnis.

Bukan sebaliknya.

Cek kebutuhan pelanggan sebelum memilih skema

Ini tips yang sangat sederhana tetapi sering terlupakan.

Sebelum mengurus sertifikasi, buka kembali dokumen tender, kontrak, atau persyaratan vendor dari calon pelanggan.

Kalau tertulis bahwa sertifikasi harus berasal dari lembaga tertentu atau lembaga yang terakreditasi pada lingkup tertentu, ikuti persyaratan tersebut.

Jangan sampai perusahaan sudah mengeluarkan waktu dan biaya untuk sertifikasi, tetapi ternyata dokumennya tidak memenuhi persyaratan yang diminta calon pelanggan.


FAQ

1. Apa itu sertifikat ISO berakreditasi KAN?

Istilah ini umumnya merujuk pada sertifikat ISO yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang memiliki akreditasi KAN untuk lingkup sertifikasi yang relevan. KAN berperan sebagai badan akreditasi, bukan sebagai penerbit sertifikat ISO perusahaan.

2. Apakah KAN menerbitkan sertifikat ISO?

Tidak. Sertifikasi dilakukan oleh lembaga sertifikasi independen. KAN berperan dalam akreditasi lembaga penilaian kesesuaian sesuai lingkup akreditasinya.

3. Apa keuntungan ISO berakreditasi KAN?

Manfaat utamanya adalah memberikan tambahan keyakinan terhadap kompetensi lembaga sertifikasi yang melakukan penilaian. Dalam konteks bisnis, hal ini dapat membantu ketika pelanggan, mitra, atau tender mensyaratkan sertifikasi terakreditasi.

4. Apakah ISO berakreditasi KAN wajib untuk tender?

Tidak semua tender mensyaratkannya. Ketentuannya bergantung pada dokumen tender dan kebutuhan pemberi kerja. Karena itu, perusahaan sebaiknya membaca persyaratan tender secara spesifik.

5. Apakah sertifikat ISO tanpa akreditasi KAN tidak berlaku?

Tidak otomatis demikian. ISO menjelaskan bahwa akreditasi bukan satu-satunya cara menunjukkan kesesuaian dan lembaga non-akreditasi tidak otomatis tidak bereputasi. Namun, sertifikasi terakreditasi dapat memberikan tambahan keyakinan independen terhadap kompetensi certification body.

6. Bagaimana cara memilih lembaga sertifikasi ISO?

Periksa standar yang dicakup, lingkup akreditasi, kompetensi lembaga sertifikasi, pengalaman di sektor perusahaan, proses audit, serta kebutuhan pelanggan atau tender. Jangan memilih hanya berdasarkan harga paling murah.

7. Apakah ISO 9001 bisa menggunakan akreditasi KAN?

Bisa, selama perusahaan menggunakan lembaga sertifikasi yang memiliki akreditasi yang relevan untuk sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001 sesuai lingkup yang dibutuhkan.

8. Apakah konsultan ISO sama dengan lembaga sertifikasi?

Tidak. Konsultan membantu perusahaan mempersiapkan dan menerapkan sistem manajemen. Lembaga sertifikasi melakukan audit sertifikasi secara independen. Pemisahan fungsi ini penting untuk menjaga objektivitas proses sertifikasi.


Kesimpulan

Jadi, sertifikat ISO berakreditasi KAN, apa keuntungannya untuk perusahaan?

Jawabannya bukan sekadar membuat sertifikat terlihat lebih meyakinkan.

Akreditasi memberikan lapisan kepercayaan tambahan karena kompetensi lembaga sertifikasi dinilai secara independen. Bagi perusahaan, hal ini bisa menjadi penting ketika berhadapan dengan pelanggan korporasi, proses kualifikasi vendor, supply chain, maupun tender yang memiliki persyaratan tertentu.

Tetapi jangan berhenti pada pertanyaan, “Ada KAN atau tidak?”

Pertanyaan yang lebih tepat adalah: apakah lembaga sertifikasinya memiliki akreditasi yang relevan, apakah scope-nya sesuai, dan apakah sertifikat tersebut memenuhi kebutuhan pelanggan atau tender yang sedang dituju?

Karena dalam dunia bisnis, sertifikat bukan sekadar dokumen.

Yang jauh lebih penting adalah kepercayaan yang dibangun di balik sertifikat tersebut.


Ingin mengurus sertifikasi ISO resmi tanpa ribet dan penuh kepastian?
Konsultasikan kebutuhan ISO perusahaan Anda sekarang dan dapatkan pendampingan profesional hingga sertifikat resmi terbit!

KONSULTASIKAN KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN

 

Website : PT Taf Multi Global
Telp kantor : +6282112139439
Google Maps : ANNEX BUILDING (Bina Sentra, MENARA BIDAKARA 2, Lantai 4) Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870