
Tahukah Anda bahwa sertifikat ISO bisa dicabut oleh badan sertifikasi jika perusahaan tidak menjalankan implementasi standar setelah mendapatkan sertifikatnya?
Banyak organisasi merasa “misi selesai” setelah ISO di tangan, padahal kenyataannya.
ISO adalah proses yang terus berjalan, bukan tujuan akhir.
Jika perusahaan ingin sertifikat tetap aman dan tidak terancam pencabutan, ada beberapa langkah penting yang wajib dilakukan secara konsisten. Yuk simak penjelasannya di bawah ini!
Baca juga : Tantangan dan Solusi dalam Penerapan ISO 9001: Panduan Santai untuk Organisasi
Audit Internal Secara Berkala
Audit internal adalah “jantungnya” pemeliharaan ISO 9001. Tanpa audit yang rutin dan terstruktur, perusahaan akan kesulitan membuktikan bahwa sistem manajemen mutunya benar-benar dijalankan.
Pentingnya Mempunyai Bukti Dokumentasi
Dalam setiap proses audit internal, perusahaan wajib memantau, menyimpan, dan merapikan bukti dokumentasi.
Dokumen seperti check sheet audit, laporan temuan, hingga bukti tindak lanjut akan sangat membantu ketika perusahaan menghadapi surveillance audit atau re-sertifikasi dari badan sertifikasi.
Dengan dokumentasi yang rapi, perusahaan bisa menunjukkan bahwa mereka benar-benar menerapkan standar ISO 9001 dan tidak hanya sekadar memiliki sertifikatnya saja.
Menjaga Efektivitas Sistem Manajemen Mutu
Audit internal membantu perusahaan mengetahui apakah sistem manajemen mutu masih relevan, berjalan efektif, dan mendukung tujuan bisnis.
Ketika audit dilakukan sesuai jadwal dan tidak formalitas, perusahaan bisa segera menangkap perubahan proses yang perlu ditingkatkan.
Menyiapkan Fondasi untuk Audit Eksternal
Audit internal ibarat “latihan” sebelum audit eksternal datang.
Perusahaan yang terbiasa audit internal rutin biasanya jauh lebih siap menghadapi auditor eksternal karena mereka sudah mengetahui area risiko, kelemahan sistem, serta tindakan korektif yang diperlukan.
Melakukan Perbaikan dan Peningkatan Berkelanjutan
ISO 9001 menekankan continuous improvement.
Artinya, setiap temuan dalam audit internal bukan hanya dicatat, tetapi harus ditindaklanjuti secara nyata.
Mengolah Temuan Menjadi Tindakan Korektif
Setelah audit selesai, perusahaan perlu menganalisis setiap temuan. Apakah ada proses yang tidak sesuai prosedur?
Apakah ada area yang perlu disederhanakan? Atau ada dokumen yang perlu diperbarui?
Dengan melakukan tindakan korektif, perusahaan dapat memastikan bahwa masalah serupa tidak terulang.
Mengevaluasi Implementasi Perubahan
Perbaikan bukan sekadar “membuat rencana,” tetapi harus dievaluasi.
Apakah tindakan korektif benar-benar efektif? Apakah ada dampak peningkatan dalam kualitas output? Evaluasi ini penting untuk menjaga konsistensi standar mutu.
Melibatkan Seluruh Tim dalam Pemeliharaan ISO
Satu hal penting yang sering diabaikan oleh perusahaan adalah membangun budaya mutu.
Sertifikasi ISO bukan hanya urusan manajemen atau divisi kualitas, tetapi tanggung jawab seluruh karyawan.
Membangun Kesadaran Mutu di Semua Level
Ketika seluruh karyawan memahami arti penting ISO, implementasi standar akan berjalan lebih lancar.
Budaya mutu terbentuk ketika semua orang sadar bahwa kualitas adalah prioritas.
Memastikan Tindakan Perbaikan Berjalan Efektif
Keterlibatan karyawan membuat tindakan perbaikan lebih mudah diterapkan.
Mereka yang terjun langsung di proses operasional biasanya lebih paham apa yang perlu diperbaiki agar sistem lebih efisien.
Sertifikasi ISO Adalah Perjalanan, Bukan Akhir Tujuan
Mendapatkan sertifikat ISO 9001 memang membanggakan, tetapi mempertahankannya membutuhkan kerja nyata dan komitmen.
Dengan audit internal yang konsisten, perbaikan berkelanjutan, dan keterlibatan seluruh tim, perusahaan dapat menjaga sertifikat ISO tetap aman dan menunjukkan keseriusan dalam mutu.
—
KONSULTASIKAN KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
Website : PT Taf Multi Global
Telp kantor : +628892259475 / +6285285414711
Google Maps : ANNEX BUILDING (Bina Sentra, MENARA BIDAKARA 2, Lantai 4) Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870
