SOP ISO 13485

Industri pangan merupakan sektor yang sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan kesehatan konsumen. Untuk menjamin produk aman dikonsumsi, organisasi perlu menerapkan ISO 22000, yaitu standar internasional tentang sistem manajemen keamanan pangan. Dalam penerapannya, salah satu dokumen penting yang harus dibuat adalah SOP (Standard Operating Procedure).

Artikel ini akan membahas secara komprehensif apa itu SOP ISO 22000, struktur, cara penyusunan, tabel contoh, hingga prompt ilustrasi.

Baca juga : SOP ISO 20000: Panduan Lengkap Penyusunan Prosedur Manajemen Layanan TI

1. Apa Itu SOP ISO 22000?

SOP ISO 22000 adalah prosedur operasional baku yang digunakan perusahaan untuk memastikan seluruh aktivitas produksi pangan berjalan aman, konsisten, dan sesuai standar keamanan pangan internasional.

SOP ini umumnya mencakup aspek seperti:

1.1 Tujuan Utama SOP dalam ISO 22000

Tujuan dibentuknya SOP adalah untuk:

1.2 SOP Wajib dalam Sistem Keamanan Pangan

Beberapa SOP penting yang harus dimiliki perusahaan antara lain:

1.3 Kenapa SOP ISO 22000 Harus Ditinjau Berkala?

SOP harus diperbarui jika ada perubahan:


2. Struktur Dasar SOP ISO 22000

Agar SOP mudah dipahami semua karyawan, struktur dokumen harus jelas, ringkas, dan sistematis.

2.1 Identitas Dokumen

Identitas dokumen digunakan untuk memastikan SOP mudah dilacak dan diaudit.

Elemen Isi
Judul SOP SOP Sanitasi dan Desinfeksi
Nomor Dokumen SOP-FSMS-003
Tanggal Revisi 10 Desember 2025
Penyusun Tim Keamanan Pangan
Disetujui Oleh QA Manager

2.2 Tujuan dan Ruang Lingkup

Bagian ini menjelaskan alasan SOP dibuat dan area proses yang tercakup.

Contoh tujuan:
“Memastikan seluruh area produksi bersih dan bebas kontaminasi melalui prosedur sanitasi yang sesuai standar ISO 22000.”

Ruang lingkup dapat mencakup: area produksi, gudang, peralatan, dan bahan kontak pangan.

2.3 Prosedur Kerja

Bagian ini berisi langkah-langkah rinci untuk melaksanakan prosedur.

Contoh prosedur SOP sanitasi:

  1. Menyiapkan bahan pembersih sesuai standar keamanan.

  2. Membersihkan area dari sisa bahan pangan.

  3. Melakukan pencucian basah.

  4. Menerapkan desinfeksi.

  5. Melakukan verifikasi kebersihan sebelum produksi dimulai.


3. Cara Menyusun SOP ISO 22000 yang Efektif

Penyusunan SOP ISO 22000 membutuhkan pendekatan sistematis yang berbasis analisis risiko.

3.1 Identifikasi Bahaya Menggunakan Prinsip HACCP

Proses ini mencakup identifikasi bahaya:

HACCP menjadi acuan utama untuk menentukan SOP yang harus ada.

3.2 Libatkan Tim Keamanan Pangan dan Karyawan Operasional

Keterlibatan lintas fungsi memastikan SOP:

Tim yang terlibat biasanya QA, produksi, gudang, maintenance, dan hygiene.

3.3 Uji Coba SOP Sebelum Diterapkan

Simulasi atau uji coba membantu:


Contoh Tabel Alur Penyusunan SOP ISO 22000

Tahap Aktivitas Penanggung Jawab
Identifikasi Bahaya Menggunakan metode HACCP Tim Keamanan Pangan
Penentuan SOP Memilih SOP berdasarkan risiko QA Manager
Penyusunan Draft Membuat dokumen SOP Document Controller
Review Dokumen Evaluasi dan koreksi Manajemen Produksi
Implementasi Pelatihan dan sosialisasi SOP HR & Trainer
Monitoring & Audit Evaluasi efektivitas SOP Auditor Internal

Kesimpulan

SOP ISO 22000 merupakan komponen vital dalam menjamin keamanan pangan di seluruh tahapan proses produksi. Dengan SOP yang jelas, terstruktur, dan sesuai prinsip HACCP, perusahaan dapat meminimalkan risiko kontaminasi serta meningkatkan kepercayaan konsumen. Penyusunannya harus dilakukan secara sistematis, dimulai dari identifikasi bahaya hingga evaluasi berkala untuk memastikan SOP tetap relevan dan efektif.

Dengan implementasi yang baik, perusahaan tidak hanya memenuhi standar ISO 22000, tetapi juga menciptakan budaya keamanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.

KONSULTASIKAN KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN

 

Website : PT Taf Multi Global
Telp kantor : +628131905750
Google Maps : ANNEX BUILDING (Bina Sentra, MENARA BIDAKARA 2, Lantai 4) Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870