
Keamanan pangan bukan cuma urusan pabrik besar pelaku usaha kuliner kecil sampai restoran premium pun perlu memahami bagaimana memastikan produk tetap aman untuk dikonsumsi.
Salah satu standar internasional yang paling banyak digunakan adalah HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point).
Di artikel ini, kita akan membahas HACCP dengan gaya santai supaya mudah dipahami dan siap kamu terapkan di bisnis makananmu.
Baca juga : ISO 45001 vs OHSAS 18001: Mana yang Lebih Cocok untuk Sistem Manajemen K3 Anda?
Apa Itu HACCP?
HACCP adalah sistem manajemen keamanan pangan yang fokus pada identifikasi potensi bahaya, penentuan titik kritis, serta pengendalian agar produk tetap aman dikonsumsi. Berbeda dari sistem tradisional yang mengandalkan pengujian akhir, HACCP bekerja secara preventif.
Kenapa HACCP Penting untuk Bisnis Kuliner?
Ada banyak alasan kenapa HACCP wajib dipahami, di antaranya:
-
Membuat proses produksi makanan lebih aman dan terkontrol.
-
Menghindari keracunan makanan yang bisa merusak reputasi bisnis.
-
Meningkatkan kepercayaan pelanggan karena makanan diolah sesuai standar internasional.
-
Menjadi salah satu syarat mendapatkan sertifikasi keamanan pangan tertentu.
Dengan kata lain, HACCP bukan hanya soal mengikuti aturan, tetapi juga memastikan bisnis kuliner kamu berjalan dengan aman dan profesional.
Prinsip-Prinsip Utama dalam HACCP
HACCP memiliki 7 prinsip utama yang menjadi dasar penerapannya. Ketujuh prinsip ini membantu pelaku usaha dalam mencegah bahaya sejak tahap awal produksi.
Tiga Prinsip yang Paling Mudah Dipahami Pemula
Walaupun ada 7, berikut tiga prinsip yang paling sering menjadi fokus awal:
-
Identifikasi Bahaya dan Analisis Risiko
Di tahap ini, kamu perlu mengidentifikasi bahaya biologis, kimia, dan fisik yang mungkin muncul dalam proses pengolahan makanan. Contoh: bakteri salmonella, residu pestisida, atau serpihan logam. -
Menentukan Critical Control Point (CCP)
CCP adalah titik di mana bahaya bisa dicegah, dihilangkan, atau dikurangi ke level aman. Misalnya: suhu memasak ayam harus mencapai minimal 75°C. -
Menentukan Batas Kritis (Critical Limit)
Pada setiap CCP, harus ada batasan yang jelas. Contohnya: suhu freezer tidak boleh melebihi -18°C untuk menjaga makanan tetap aman.
Dengan memahami tiga prinsip ini saja, kamu sudah selangkah lebih dekat untuk menerapkan HACCP di dapurmu.
Cara Menerapkan HACCP di Bisnis Kuliner
Tidak perlu takut, menerapkan HACCP bisa dimulai secara bertahap. Yang penting ada komitmen dan dokumentasi yang rapi.
Langkah Praktis yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini
-
Tuliskan alur produksi makanan dari bahan mentah sampai penyajian.
-
Identifikasi titik-titik yang berpotensi bahaya, seperti penyimpanan, pencucian, pemasakan, dan pengemasan.
-
Pasang termometer, timer, dan SOP sederhana di area dapur.
-
Latih karyawan agar memahami pentingnya higienitas.
-
Catat proses penerapan HACCP dalam log harian agar mudah diaudit.
Dengan langkah sederhana tersebut, kamu sudah mulai menerapkan prinsip HACCP secara nyata.
—
KONSULTASIKAN KEBUTUHAN ANDA,
HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI & PEMESANAN
Website : PT Taf Multi Global
Telp kantor : +628892259475 / +6285285414711
Google Maps : ANNEX BUILDING (Bina Sentra, MENARA BIDAKARA 2, Lantai 4) Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870
