Apa Itu Sertifikasi ISO 22000?
Terkahir diperbaharui: 20 November 2025
ISO 22000 adalah standar internasional yang mengatur Sistem Manajemen Keamanan Pangan (Food Safety Management System / FSMS).
Standar ini memastikan bahwa sebuah perusahaan mampu mengendalikan bahaya keamanan pangan di seluruh rantai produksi, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga sampai ke tangan konsumen.
Perusahaan yang harus menerapkan ISO 22000 cukup beragam, seperti restoran, pabrik makanan-minuman, distributor bahan pangan
Di era meningkatnya kesadaran konsumen terhadap keamanan pangan, ISO 22000 menjadi standar yang makin penting untuk dimiliki oleh pelaku usaha di sektor pangan.
Manfaat Sertifikasi ISO 22000 untuk Bisnis
a. Meningkatkan Keamanan dan Kualitas Produk
Bagi konsumen, keamanan pangan adalah prioritas utama. Sertifikasi ISO 22000 memberikan bukti kuat bahwa perusahaan memiliki standar tinggi dalam memastikan mutu dan keamanan produk.
Ini bisa meningkatkan reputasi dan memperluas peluang kerja sama, baik lokal maupun internasional.
b. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen dan Mitra Bisnis
Bagi konsumen, keamanan pangan adalah prioritas utama. Sertifikasi ISO 22000 memberikan bukti kuat bahwa perusahaan memiliki standar tinggi dalam memastikan mutu dan keamanan produk.
Ini bisa meningkatkan reputasi dan memperluas peluang kerja sama, baik lokal maupun internasional.
c. Efisiensi Operasional dan Kepatuhan Regulasi
Implementasi ISO 22000 membuat proses kerja lebih tertata dan terukur. Selain itu, standar ini juga membantu perusahaan memenuhi berbagai regulasi terkait keamanan pangan.
Efisiensi meningkat, risiko pelanggaran berkurang, dan proses audit eksternal menjadi lebih mudah.
Cara Mendapatkan Sertifikasi ISO 22000
a. Identifikasi Kebutuhan & Gap Analysis
Langkah pertama adalah memahami kondisi awal perusahaan dengan melakukan gap analysis.
Analisis ini membandingkan praktik perusahaan dengan persyaratan ISO 22000 untuk menentukan area yang harus diperbaiki.
b. Implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan
Tahap ini meliputi penyusunan kebijakan keamanan pangan, HACCP plan, prosedur operasional, pelatihan karyawan, pengendalian dokumen, hingga monitoring proses produksi.
Semua bagian perusahaan perlu terlibat, mulai dari gudang, produksi, hingga quality control.
c. Audit Internal, Tindakan Perbaikan, dan Sertifikasi
Setelah implementasi berjalan, perusahaan wajib menjalani audit internal untuk memastikan sistem sudah sesuai standar. Jika ditemukan kekurangan, dilakukan tindakan perbaikan.
Barulah setelah siap, perusahaan mengikuti audit sertifikasi oleh lembaga resmi untuk mendapatkan ISO 22000.
Kesimpulan
Sertifikasi ISO 22000 bukan hanya menunjukkan bahwa perusahaan memiliki sistem keamanan pangan yang kuat, tetapi juga memberikan keuntungan kompetitif.
Dengan standar ini, perusahaan dapat memastikan produk aman dikonsumsi, proses lebih efisien, dan kepercayaan pelanggan meningkat.
Jika Anda berkecimpung di industri makanan dan minuman, ISO 22000 adalah langkah strategis yang layak dipertimbangkan.
